Kamis, 21 Januari 2010

Pengantar Psikologi Umum

1. Judul buku: Pengantar Psikologi Umum
2. Tahun: September 2003
3. Penulis: Prof. Dr. Bimo Walgito
4. Penerbit: ANDI Yogyakarta
5. Alamat penerbit: Jl. Beo 38-40. Telp (0274) 561881 Yogyakarta
6. Jumlah halaman: 246 Halaman. 4 BAB
7. Cetakan: Edisi keEmpat 2003
8. No ISBN: 979-731-413-8
BAB 1 hal 1 - 42
PENGERTIAN, KEDUDUKAN DAN METODE-METODE DALAM PSIKOLOGI
1. PENGANTAR
Di tinjau dari segi ilmu bahasa, perkataan psikologi berasal dari perkataan psyche yang diartikan jiwa dan perkataan logos yang berati atau ilmu pengetahuan. Karena itu perkataan psikologi sering diartikan atau diterjemahkan dengan ilmu pengetahuan tentang jiwa atau disingkat dengan ilmu jiwa.
Psikologi sebagai suatu ilmu, psikologi merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah, merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan penelitian-penelitian ilmiah.penelitian ilmiah adalah penelitian yang dijalankan secara terencana, sistematis, terkontrol, dan dalam psikologi berdasarkan atas data empiris.
2. PENGERTIAN PSIKOLOGI
Perbedaan pandangan bukanlah merupakan hal yang baru dalam lapangan ilmu lebih-lebih dalam lapangan ilmu social. Masing-masing ahli mempunyai sudut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting, sehingga akan berbeda dalam meletakkan titik beratnya, Perbedaan pandangan ini mungkin karena perbedaan bidang study ataupun metode yang digunakan dalam pendekatan masalah. Ini akan jelas apabila dilihat tentang batasan apakah yang dimaksud dengan psikologi itu.
Karena itu psikologi itu merupakan ilmu mengenai jiwa, maka persoalan yang pertama timbul ialah apakah yang dimaksud dengan jiwa itu? Menurut Ki Hadjar Dewantara sebagai berikut:
“Apa yang dimaksud dengan “jiwa” itu menurut pengajaran pengetahuan yang positif? Pertanyaan itu tidak mudah dijawab dan ini terbukti dari adanya macam-macam jawaban. Menurut riwayatnya ilmu psikologi, maka sudah mulai zaman purba orang memperbincangkan soal ini, soal yang tertua didalam peradaban manusia ……………………………………….!” Yaitu perkataan jiwa dapat diartikan sebagai:
a. Kekuatan yang menyebabkan hidupnya manusia
b. Serta menyebabkan manusia dapat berpikir, berperasaan dan berkehendak (budi).
c. Lagi pula penyebabnya orang mengerti atau insyaf akan segala gerak jiwanya.
3. PRILAKU MANUSIA
Psikologi merupakan ilmu tentang perilaku dengan pengertian bahwa perilaku atau aktivitas-aktifitas itu merupakan manifestasi kehidupan psikis. Telah dikemukakan oleh Branca (1964), Woodwort dan Marquis (1957), Sartain, (1967) dan morgan (1984) bahwa yang diteliti atau di pelajari dalam psikologi ini baik perilaku manusia maupun hewan. Namun demikian hasil dari penelitian itu dikaitkan untuk dapat mengerti tentang keadaan manusia.
a. Jenis perilaku
Perilaku pada manusia dapat dibedakan antara berilaku refleksif dan perilaku yang non-refleksif. Perilaku yang refleksif merupakan perilaku yang terjadi atas reaksi secara spontan terhadap stimulus yang mengenai organisme tersebut. Dalam prilaku yang refleksif respon langsung timbul begitu menerima stimulus. Dengan kata lain begitu stimulus diterima oleh reseptor, begitu langsung respons timbul melalui efektor, tanpa melalui pusat kesadaran atau otak
b. Pembentukan perilaku
Sperti telah dipaparkan didepan bahwa prilaku manusia sebagai terbesar ialah berupa perilaku yang di bentuk, prilaku yang dipelajari.
1. Cara pembentukan perilaku dengan kondisioning atau kebiasaan
2. Pembentukan perilaku dengan penertian (insight)
3. Pembentukan perilaku dengan mengunakan model
c. Beberapa teori perilaku
Bahwa prilaku manusia tidak dapat lepas dari keadaan individu itu sendiri dan lingkungan dimana individu itu berada.
1. Teori insting
Teori ini dikemukakan oleh McDougall sebagai pelopor dari psikologi social. Menurut McDougall perilaku itu disebabkan karena insting. Insting merupakan perilaku yang innate, perilaku yang bawaan, dan insting akan mengalami perubahan karena pengalaman.
2. Teori dorongan ( drive theory)
Teori ini menurut Hull (lih. Crider, 1983; Hergenhahn, 1976) bila organisme berprilaku dan dapat memenuhi kebutuhannya, maka akan terjadi pengurangan atau reduksi dari dorongan-dorongan perilaku tersebut.
3. Teori insentif (incentive theory)
Insentif atau juga disebut sebagai reinforcement ada yang positif dan ada juga yang negative. Reinforcement yang positif adalah yang berkaitan dengan hadiah, sedangkan yang negative berkaitan dengan hukuman.
4. Teori Antribusi
Teori ini ingin menjelaskan tentang sebab-sebab perilaku orang. Apakah perilaku itu disebabkan oleh disposisi internal misalnya motif, sikap dsb, ataukah oleh keadaan eksternal. Teori ini dikemukakan oleh Fritz Heider (lih Baron dan Byrne) dan teori ini menyangkut lapangan psikologi social.
5. Teori kognitif
Dengan kemampuan berpikir seseorang akan dapat melihat apa yang telah terjadi sebagai bahan pertimbangannya dismping melihat apa yang dihadapi pada waktu sekarang dan juga dapat melihat kedepan apa yang akan terjadi dalam seseorang bertindak.
4. LETAK PSIKOLOGI DALAM SISTEMATIKA ILMU
Ditinjau secara historis dapat dikemukakan bahwa ilmu yang tertua adalah ilmu filsafat. Ilmu-ilmu yang lain tergabung dalam filsafat, dan filsafat merupakan satu-satunya ilmu pada waktu itu. Karena itu ilmu-ilmu yang tergabung dalam filsafat. Demikian pula halnya dengan psikologi
Psikologi yang mula-mula tergabung dalam filsafat, akhirnya memisahkan diri dan berdiri sendiri sebagai ilmu yang mandiri. Hal ini adalah jasa dari Wilhelm wundt yang mendirikan laboratorium psikologi yang pertama-tama pada tahun 1879 di leipzing untuk meneliti peristiwa-peristiwa kejiwaan secara eksperimental.
5. HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU-ILMU LAIN
Psikologi sebagai ilmu yang meneropong atau mempelajari keadaan manusia, sudah barang tentu psikologi mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu lain yang sama-sama mempelajari tentang keadaan manusia.
a. Hubungan psikologi dengan Biologi
b. Hubungan psikologi dengan Sosiologi
c. Hubungan Biologi dengan Filsafat
d. Hubungan psikolgi dengan ilmu pengetahuan alam .
6. RUANG LINGKUP PSIKOLOGI
Seperti telah dikemukakan diatas, Psikologi dilihat dari segi objeknya, psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan yang besar, yaitu:
a. psikologi yang meneliti dan mempelajari manusia
b. psikologi yang meneliti dan mempelajari hewan, yang umumnya lebih tegas di sebut psikologi hewan.
Psikologi umum ialah, psikologi meneliti dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas psikis manusia yang tercermin dalam prilaku umumnya.
Psikologi khusus ialah, psikologi yang meneliti dan mempelajari segi-segi khususan dari aktivitas-aktivitas psikis manusia.
Psikologi khusus ini ada bermacam-macam, antara lain : Psikologi perkembangan, psikologi social, psikologi pendidikan, psikologi kepribadian, psikologi kriminal, Psikopatologi, psikologi perusahaan.
7. METODE-METODE PENELITIAN DALAM PSIKOLOGI
Metode tertua atau metode yang pertama-tama di gunakan dalam lapangan psikologi spekulasi. Akan tetapi akibat perkembangan ilmu pengetahuan pada umunya dan psikologi pada khususnya akhirnya metode ini di tinggalkan, dan dirintislah metode baru yang didasarkan atas pengalaman-pengalaman atau empiri.
a. Metode longitudinal
Metode ini merupakan metode penelitian yang membutuhkan waktu relative lama untuk mencapai suatu hasil penelitian. Dengan metode ini penelitian dilakukan hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan bisa sampai tahun demi tahun.
b. Metode Cross-sectional
Metode ini merupakan suatu metode penelitian yang tidak membutuhkan waktu yang cukup lama di dalam mengadakan penelitian.
Untuk lebih terperinci dapat dikemukakan metode-metode yang digunakan dalam lapangan psikologi sebagai berikut :
a. metode intropeksi, b. metode intropeksi eksperimental, c. metode ekstropeksi, d. metode kuesioner, e. metode interviu, f. metode biografi, g. metode analisis data, h. metode klinis, i. metode testing. J. metode statistik
BAB II hal 43 - 52
MANUSIA DAN LINGKUNGANYA

1. MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA

Manusia itu merupakan mahkluk hidup yang lebih sempurna apabila dibandingkan dengan mahkluk yang lain. Teori-teori perkembangan tertsebut ialah
a. Teori Nativisme
Teori ini menyatakan bahwa Perkembangan manusia itu akan dintentukan oleh faktor-faktor nativus, yaitu faktor-faktor keturanan yang merupakan faktor-faktor yang dibawa oleh individu pada waktu dilahirkan. Teori ini dikemukakan oleh Schoppenhouer (Bigot, dkk, 1950).
b. Teori Empirisme
Teori ini menyatakan bahwa Perkembangan seseorang individu akan ditentukan oleh empirinya atau pengalaman-pengalamanya yang diperoleh selama perkembangan individu itu. Menurut teori ini individu yang dilahirkan itu sebagai kertas atau meja yang putih bersih yang belum ada tulisan-tulisanya.
Teori empirisme ini dikemukakan oleh John Locke.
c. Teori Konvergensi
Teori ini merupakan Teori gabungan (konvergensi) dari kedua teori tersebut di atas, yaitu suatu teori yang dikemukakan oleh Wlliam Stern baik pembawaan maupun pengalaman atau lingkungan mempunyai peranan yang penting di dalam perkembangan individu.
2. FAKTOR ENDOGEN DAN FAKTOR EKSOGEN
Faktor endogen ialah factor yang di bawa individu sejak dalam kandungan hingga lahir. Jadi factor endogen merupakan faktor keturunan atau factor pembawaan. Faktor Eksogen ialah merupakan faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalaman-pengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya yaitu yang sering dikemukakan dengan pengertian milieu.
3. HUBUNGAN INDIVIDU DENGAN LINGKUNGANYA
Dalam teori konvergensi bahwa lingkungan mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan individu, dan teori ini pada umunya menunjukkan kebenaranya. Lingkungan secara garis besarnya dibedakan:
a. Lingkungan Fisik, Yaitu lingkungan yang berupa alam
b. Lingkungan social, Yaitu merupakan lingkungan masyarakat
BAB III hal 53 - 83
SEKILAS PERKEMBANGAN PSIKOLOGI
1. PENGARUH FILSAFAT PADA PSIKOLOGI
Abad ke 17 merupakan abad perkembangan ilmu pengetahuan, sebelum itu orang berpenggang pada pendapat Aristoteles dan orang-orang ahli dalam bidang filsafat. Pandangan yang paling dominant adalah melalui empiris atau penglaman. Orang ahli yang berpengaruh pada psikologi modern antara lain:
 Rene Descarter (1596-1650)
 John Locke (1632-1704
2. PENGARUH FISIOLOGI DAN PENGETAHUAN ALAM PADA PSIKOLOGI
Pengaruh penetahuan alam dan fisiologi pada psikologi merupakaan permulaan dari psikologi eksperimental. Ada empat ahli yang dapat dipandang sebagai orang yang mengadakan eksperimen-eksperimen antara lain:
1. Hermann von Helmholtz
2. Ernset Weber
3. Gustav Theodore Fechner
4. Wilhelm Wundt
3. FISIKOLOGI FUNGSIONAL
Tokohya bernama William James (1842-1910), banyak hal yang merupakan paradoksal dari Jamel dalam kaitanya dengan psikologi di Amerika. Pada satu sisi ia merupakan pelopor atau pendahulu bagi psikologi fungsional di amerika, ia merupakan pionir psikologi modern di Amerika.
4 PISIKOLOGI BEHAVIORISME
Aliran Behaviorisme timbul di Rusia tetapi kemudian berkembang pula di Amerika, dan merupakan aliran yang mempunyai pengaruh cukup lama.
5. PSIKOLOGI GESTAL
Max Wertheimer (1880-1943) dapat dipandang sebagai pendiri dari psikologi Gestalt, tetapi ia bekerja sama dengan dua temanya. Menurut Gestalta baik struktualisme maupun behaviorisme kedua-keduanya melakukan kesalahan, yaitu karena mengadakan atau menggunakan reductionistic approach, keduanya mencoba membagi pokok bahasan menjadi elemen-elemen.
6. PSIKOLOGI ANALISIS
Pendiri psikoanalisis adalah Sigmund (1856-1939). Tujuan dari psikoanalisis dari frued adalah ke tingkat kesadaran mengenai ingatan atau pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, yang diasumsikan sebagai sumber perilaku yang tidak normal dari pasienya.
7. PSIKOLOGI HUMANISTIK
Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai bapak dari psikologi humanistic. Gerakan ini merupakan gerakan psikologi yang merasa tidak puas dengan psikologi behavioristik dan psikoanalisis, dan mencari alternative psikologi yang fokusnya adalah manusia dengan cirri-ciri eksistensinya.
8. PSIKOLOGI KOGNITIF
Waston sebagai seorang behavioris menyatakan bahwa psikologi harus menyingkirkan setidak dapatgala referensi yang berkaitan kasadaran. Hal yang di pelajari adalah perilaku yang menampak, pengertian kesadaran adalah pengertian yang dubicous. Kesadaran tidak dapat diamati secara langsung
BAB IV hal 84 - 241
PERITIWA-PERISTIWA KEJIWAAN
1. PERSEPSI
Kehidupan individu, tidak daupat lepas dari lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosialnya. Sejak individu dilahirkan, sejak itu pula individu secara langsung menerima stimulus dari luar dirinya, dan ini berkaitan dengan persepsi.
a. Pengertian Persepsi
Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses pengindraan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga di sebut proses sensoris. Namun proses ini tidak berhenti begitu saja, melaikan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi.
b. Faktor-faktor yang Berperan dalam Persepsi
Persepsi individu mengorganisasikan dan menginterprestasikan stimulus yang diterimanya sehingga stimulus tersebut mempunyai arti bagi individu yang bersangkutan. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa stimulus merupakan salah satur yang berperan dalam persepsi. Berkaitan dengan factor-faktor yang berperan dalam persepsi dapat dikemukakan adanya beberapa faktor, yaitu:
1. Objek yang Persepsi
2. Alat indera, syaraf, dan pusat susunan saraf
3. Perhatian
c. Proses Terjadinya Persepsi
Tidak semua stimulus akan direspon oleh organisme atau individu. Proses terjadinya dapat dijelaskan sebagai berikut. Objek menimbulkan stimulus, dan stimulus mengenai alat indera atau reseptor. Perlu dikemukakan bahwa antara objek dan stimulus itu berbeda, tetapi ada kalanya bahwa objek dan stimulus itu menjadi satu, misalnya dalam tekanan.
d. Organisasi Persepsi
Dalam organism atau individu mengadakan persepsi timbul suatu masalah apa yang dipersepsi teu masalah apa yang dipersepsi terdahulu, apakah bagian merupakan hal yang dipersahulu, apakah bagian merupakan hal yang dipersepsipsi lebih dahulu, baru kemudian seluruhnya, ataukah keseluruh dipersepsi lebih dahulu kemudian bagian-bagianya. Hal ini berkaitan bagaimana seseorang mengorganisasikan apa yang dipersepsinya. Objek dapat diprsepsi sangat banyak, yaitu segala sesuatu yang ada di sekitar manusia. Manusia itu sendiri dapat menjadi objek persepsi.
e. Stimulus
Agar stimulus dapat disadari oleh individu, stimulus harus cukup kuatnya. Apabila stimulus tidak cukup kuat bagaimanapun besarnya perhatian dari individu, stimulus tidak akan dapat dipersepsi atau disadari oleh individu yang bersangkutan. Dengan demikian ada batas kekuatan minimal dari stimulus, agar stimulus dapat menimbulkan kesadaran pada individu.
- Ambang stimulus
Metode untuk menentukan ambang stimulus pada umumnya digunakan method of limits sebagai salah satu metode psikofisik.
- Ambang perbedaan
Yang dimaksud ambang perbedan perbedaan ialah kemampuan individu dalam membedakan stimulus yang satu dengan stimulus yang lain yang membedakan kekuatanya.
f. Faktor Individu
keadaan individu pada suatu saat ditentukan oleh:
 sifat struktural dari individu
 sifat temporer dari individu
 aktivitas yang sedang berjalan pada individu
g. Persepsi melalui Indera Penglihatan
.Secara alur dapat dikemukakan bahwa proses persepsi berlangsung sebagai berikut:
1. Stimulus mengenai alat indara, ini merupakan proses yang ber sifat kealamam (fisik)
2. Stimulus kemudian di langsungkan ke otak oleh syaraf sensoris, proses ini merupakan proses fisiologis
3. Di otak sebagai pusat susunan syaraf terjadilah proses yang akhirnya individu dapat menyadari atau mempersepsi tentang apa yang di terima melalui alat indera. Proses yang terjadi dalam otak ini merupakan proses psikologis.
a. Struktur fisiologi mata
b. Warna elementer dan warna primer
h. Persepsi melalui Indera pendengaran
Telinga dapat dibagi atas beberapa bagian yang masing-masing mempunyai fungsi atau tugas sendiri yaitu :
a. Telinga bagian luar, yaitu merupakan bagian yang menerima stimulus dari luar.
b. Telinga bagian tengah, yaitu merupakan bagian yang meneruskan stimulus yang diterima oleh telinga luar, jadi bagian ini merupakan transformer.
c. Telingga bagian dalam, yaitu merupakan reseptor yang sensitive yang merupakan saraf-saraf penerima.
i. Persepsi melalui Indera Pencium
j. Persepsi melalui Indera Pencecap
Indera pencecap terdapat di lidah. Mengenai rasa ini ada 4 macam rasa pokok yaitu rasa:
1. Pahit
2. Manis
3. Asin
4. Asam
k. Persepsi Melalui Indra Kulit
Indra ini dapat merasakan sakit, rabaan, tekanan dan temperature. Tetapi tidak semua bagian kulit dapat menerima rasa-rasa ini
l. Illusi
Biasanya halusinasi merupakan pendahuluan ketidaknormalan jiwa. Illusi merupakan kesalahan individu dalam memberikan interprestasi atau arti terhadap stimulus yang diterimanya.

4. BAYANGAN

a. Bayangan eidetik
Menurut Erich dan Walter Jacnsch bayangan eidetic ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Tipe T (tetanoide) tipe ini lebih menyerupai bayangan pengiring
2. Tipe B (basedoide) tipe ini dapat timbul dengan sendirinya, dan dapat pula timbul dengan sengaja.
3. Halusinasi imulus tersedan bayangan eidetic
Seperti telah dikemukakan di muka, individu dapat mempersepsi sesuatu yang ada di sekitarnya, dan hasil dari persepsi tersimpan dalam jiwanya, bilamana diperlukan dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran.
5. FANTASI
Fantasi ialah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan-bayangan baru.
a. Macam-macan fantasi
 Fantasi yang menciptakan
 Fantasi yang dituntut atau yang dipimpin
 Fantasi yang mengabstraksi
 Fantasi yang mendeterminasi
 Fantasi yang mengobinasi
6. INGATAN
a. Fungsi memasukan (learning)
Dalam ingatan yang disimpan adalah hal-hal yang pernah dialami oleh seseorang. (1). Dengan cara tidak sengaja dan. (2). Dengan cara sengaja.
b. Fungsi menyimpan
c. Fungsi menimbulkan kembali
d. Kelupaan
e. Beberapa esperimen mengenai ingatan
- Metode dengan melihat waktu atau usaha belajar
- Metode belajar kembali
- Metode rekonntruksi
- Metode mengenal kembali
- Metode mengingat kembali
7. BELAJAR
a) Penertian belajar
Sikiner (1958) memberikan definisi belajar itu merupakakan suatu proses adaptasi perilaku yang progresif.
b. Belajar sebagai suatu proses
c. Belajar sebagai suatu system
Banyak factor yang mempengaruhi belajar. Maskan apabila dianalisis lebih lanjut, akan didapati beberapa masukan,yaitu masukan mentah, masukan instrument, dan masukan lingkunan. Semua ini berinteraksi dalam proses belajar, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar.
8. BERFIKIR
a. Pengertian
Salah satu sifat berfikir adalah goal direrected yaitu berfikir tentang sesuatu, untuk memperoleh pemecahan masalah untuk mendapat sesuatu yang baru.
b. Berfikir kreatif
Dalam berfikir orang akan dapat menemukan sesuatu yang baru, yang sebelumnya mungkin belum terdapat.
c. Tingkatan-tingkatan dalam berfikir kreatif
- Persiapan
- Tingkatan inkubasi
- Tingkat pemecahan atau iluminasi
- Tingkat evaluasi
- Tingkat revisi
d. Hambatan dalam proses berfikir
Hambatan yang timbul dalam proses berfikir disebabkan data yang kurang sempurna, sehinga banyak data yang harus diperoleh. Data dalam keadaan confuse.
9. INTELIGENSI
a. Pengungkapan inteligensi
Telah dipapar di depan bahwa masing-masing individu berbeda-beda dalam segi intelegensinya.
10. PERASAAN DAN EMOSI
a. Perasaan
Apa yang dimaksud perasaan telah dikemukakan di atas. Mengenai perasaan yang berkaitan dengan waktu, yaitu perasaan yang masih telah nyata dengan perasaan yang masih dalam jangkauan waktu yang akan dating.
b. Emosi
Emosi merupakan keadaan yang ditimbulkan oleh situasi tertentu (khusus), dan emosi cenderung terjadi dalam kaitanya dengan prilaku yang mengarah (approach) atau menyingkiri (avaidence) terhadap sesuatu, dan prilaku tersebut pada umunya disertai adanya epresi kejasmanian, sehingga orang lain dapat mengetahui bahwa seseorang sedang mengalami emosi.
11. MOTIF
a. Pengantar
Motif berasal dari bahasa latin movere yang berarti dorongan untuk merangsang seseorang menjadi semangat.
b. Teori-teori motif
- Teori insting
- Teori dorongan
- Teori insentif
- Teori antribusi
- Teori kognitif
c. Jenis-jenis motif
- Motif fisiologis
- Motif sosial
- Teori kebutuhan dari murray
- Motif eksplorasi, kopetensi, dan self-aktualisasi
d. Frustasi dan konflik
Frustasi atau kendala dapat bermacam-macam: (1). Dari lingkungan. (2). Keinginan yang tidak sesuai dengan harapan. (3). Masalah-masalah pribadi misalnya, cinta segitiga, keluarga dan lain-lain.
KESIMPULAN
Penguraian yang terdapat dalam buku ini lebih banyak mengungkap teori-teori yang dikemukakan oleh para tokoh psikologi. Penjelasan yang terdapat dalam buku ini mudah-mudahan bisa membantu kita dalam memahami sesuatu hal dalam berpikir.
Pokok-pokok materi yang terdapat dalam buku ini dibagi menjadi empat bab antara lain: bab 1 menjelaskan pengertian, kedudukan dan metode-metode dalam psikologi. Bab II Menjelaskan Manusia dan Lingkungannya. Bab III Menjelaskan Sekilas tentang perkembangan psikologi. Bab IV Menjelaskan Peristiwa-peristiwa kejiwaan.
Dalam buku ini masih ada sedikit kekurangan yaitu dengan tidak adanya suatu kesimpulan dalam penulisan buku ini.


0 komentar:

Poskan Komentar